MONEV KETAHANAN PANGAN DESA SELULUNG
Salah satu ASTACITA Presiden Prabowo Subianto adalah “Membangun
Indonesia dari Desa untuk Mewujudkan Keadilan dan Kemakmuran yang Merata.”
Dalam kerangka visi besar tersebut, Ketahanan Pangan menjadi prioritas
nasional guna mencapai kemandirian dan swasembada pangan yang
berkelanjutan. Pemerintah menegaskan bahwa kekuatan pangan nasional harus
berakar dari desa, dengan memanfaatkan potensi lokal dan memperkuat kelembagaan
ekonomi rakyat seperti BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).
Sebagai implementasi nyata dari arah kebijakan tersebut, Desa
Selulung, Kecamatan Kintamani, melalui BUMDes Selulung, melaksanakan
Program Ketahanan Pangan Tematik Ternak Babi. Program ini dirancang
untuk mendukung inisiatif nasional MBG – Makan Bergizi Gratis, dengan
melibatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama.
Program ketahanan pangan ini dijalankan di enam lokasi
peternakan babi, bekerja sama antara penduduk peternak dengan BUMDes
menggunakan pola bagi hasil 60:40 setelah dikurangi biaya operasional.
Skema ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan berbasis protein hewani,
tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menambah pendapatan
keluarga di pedesaan.

Dalam kunjungan monitoring dan evaluasi (Monev) pada tanggal
23 Oktober 2025, para peternak seperti I Made Sudarma dan Wayan
Sono, warga Banjar Sanda dan Taked Desa Selulung, menyampaikan rasa terima
kasih mereka kepada Pemerintah Desa dan BUMDes atas kesempatan yang diberikan
untuk bermitra dalam program peternakan ini.
Mereka menilai program tersebut membawa manfaat nyata —
meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi
bagian dari upaya besar mewujudkan kedaulatan pangan nasional dari desa.
Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, ASTACITA
Presiden Prabowo Subianto dalam membangun dari desa bukan sekadar slogan,
tetapi telah menjadi gerakan nyata pemberdayaan ekonomi rakyat menuju
Indonesia yang mandiri, adil, dan makmur.
Mantap guskan Pendamping siap kawal Cita cita Astacita Presiden
BalasHapus